Dampak Kerokan Bagi Tubuh Manusia

Apakah mengerok badan itu aman? Mungkin banyak orang yang bertanya-tanya akan hal ini. Orang Indonesia mengenal tradisi kerokan. Setiap kali badan terasa tidak enak atau sedang masuk angin, orang biasanya melakukan kerokan, yaitu punggung atau bagian badan yang sakit dikerok dengan uang koin dan minyak. Banyak yang percaya bahwa kerokan bisa ‘mengeluarkan’ angin yang masuk ke dalam tubuh. Tanda bahwa angin sudah ‘keluar’ dilihat dari bekas kerokan yang biasanya akan berwarna merah. Padahal faktanya jika dilihat dari kacamata medis, kerokan memiliki beberapa akibat baik positif maupun negatif. Jika anda merasa penasaran, berikut ini adalah ulasan lengkapnya.

Positif dan Negatif Kerokan

Untuk menjawab pertanyaan apakah mengerok badan itu aman atau tidak, maka anda harus pintar menyimpulkan lewat beberapa fakta di bawah ini. Faktanya, mengerok badan bisa membuat pori-pori kulit terbuka lebar. Ketika pori-pori ini terbuka dan membesar, efek yang bisa terjadi adalah angin menjadi mudah untuk masuk kembali ke tubuh dengan membawa bakteri dan virus ke dalam tubuh. Efeknya tidak akan terasa secara langsung tetapi sebagian besar orang akan merasa ketagihan saat dikerok dan pasti akan melakukannya lagi saat dia terserang masuk angin. Ketika seseorang sering kerokan maka pori pori kulit yang melebar akan mempermudah masuknya bakteri dan virus.

Tetapi di lain hal, mengerok tubuh sebenarnya tidak merusak kulit tubuh. Banyak anggapan yang muncul bahwa mengerok dapat membuat kulit menjadi rusak atau bahkan pembuluh darah pecah. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kulit yang rusak atau pembuluh darah yang pecah ketika melakukan kerokan. Justru pembuluh darah malah menjadi melebar dan membuat aliran darah menjadi lancar. Pasokan oksigen dalam darah pun bertambah. Kulit ari juga ikut terlepas seperti ketika sedang luluran. Masih ada lagi fakta yang bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan apakah mengerok badan itu aman atau tidak. Penelitian menunjukkan bahwa kerokan bisa meningkatkan kadar endorfin. Peningkatan endorfin akan membuat mereka merasa nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar, dan bersemangat. Kerokan juga menyebabkan kadar prostaglandin atau yang menyebabkan pegal-pegal pada tubuh menjadi turun.

Sayangnya tidak semua orang bisa melakukan kerokan, terutama ibu hamil. Ketika dikerok, akan terjadi inflamasi. Apabila tubuh menolak reaksi inflamasi ini, maka mediator anti Inflamasi akan mengeluarkan suatu zat yang disebut “Cytokines” yakni sel yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Zat Cytokines ini akan memicu pelepasan Prostaglandin yang bisa menyebabkan kontraksi pada rahim. Jadi bagi ibu-ibu yang sedang hamil sangat dilarang melakukan kerokan karena bisa mengakibatkan timbulnya kontraksi dini akibat munculnya zat Prostaglandin tersebut. Demikianlah beberapa fakta mengenai kerokan. Semoga anda dapat menyimpulkan jawaban dari pertanyaan apakah mengerok badan itu aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *